17 June 2026 • BERITA

Panduan Lengkap Upgrade OJS 2 ke OJS 3.5 Langkah Aman untuk Modernisasi Website Jurnal

Open Journal Systems (OJS) telah menjadi platform manajemen jurnal yang digunakan oleh ribuan institusi pendidikan, penerbit, dan organisasi penelitian di seluruh dunia. Namun, masih banyak jurnal yang menggunakan OJS 2.x meskipun versi tersebut sudah tertinggal dari sisi keamanan, performa, dan kompatibilitas teknologi modern.

Upgrade ke OJS 3.5 bukan sekadar memperbarui versi aplikasi, tetapi merupakan proses migrasi yang membutuhkan perencanaan matang untuk memastikan seluruh data jurnal tetap aman dan dapat digunakan dengan baik setelah proses selesai. OJS 3 menghadirkan antarmuka yang lebih modern, alur editorial yang lebih baik, serta dukungan terhadap ekosistem plugin dan tema yang lebih luas.

Mengapa Harus Upgrade ke OJS 3.5?

Beberapa alasan utama untuk melakukan upgrade antara lain:

  • Meningkatkan keamanan sistem jurnal.
  • Mendapatkan dukungan teknologi terbaru.
  • Antarmuka pengguna yang lebih modern dan responsif.
  • Workflow editorial yang lebih efisien.
  • Kompatibilitas dengan plugin dan tema terbaru.
  • Kemudahan pemeliharaan jangka panjang.

Tahap 1: Audit dan Evaluasi Sistem Saat Ini

Sebelum memulai proses upgrade, lakukan identifikasi terhadap:

  • Versi OJS yang digunakan saat ini.
  • Daftar plugin yang aktif.
  • Tema yang digunakan.
  • Konfigurasi email SMTP.
  • Ukuran database dan direktori file jurnal.
  • Kustomisasi yang pernah dilakukan.

Tahap ini penting untuk mengetahui potensi kendala selama migrasi berlangsung.

Tahap 2: Melakukan Backup Penuh

Backup merupakan langkah wajib sebelum melakukan upgrade.

Pastikan Anda menyimpan:

  • Database MySQL/MariaDB.
  • Direktori files_dir.
  • Folder instalasi OJS.
  • File konfigurasi config.inc.php.

Dengan backup yang lengkap, sistem dapat dipulihkan apabila terjadi kegagalan selama proses migrasi.

Tahap 3: Menyiapkan Lingkungan Uji Coba (Staging)

Praktik terbaik adalah melakukan upgrade pada server staging terlebih dahulu.

Jangan langsung melakukan migrasi di server produksi karena kesalahan kecil dapat menyebabkan jurnal tidak dapat diakses oleh editor maupun penulis. Lingkungan staging memungkinkan administrator menguji hasil migrasi tanpa mengganggu operasional jurnal yang sedang berjalan.

Tahap 4: Instalasi Bersih OJS 3.5

Disarankan untuk melakukan instalasi baru OJS 3.5 pada direktori terpisah.

Hindari menimpa langsung instalasi OJS 2.x yang sedang berjalan. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih besar jika diperlukan rollback atau perbaikan selama proses migrasi.

Tahap 5: Migrasi Database dan File

Setelah instalasi baru siap, proses migrasi dapat dilakukan dengan:

  • Menghubungkan database lama.
  • Menjalankan proses upgrade database.
  • Memindahkan file artikel dan galley.
  • Memastikan struktur direktori sesuai dengan kebutuhan OJS 3.5.

Proses ini akan mengubah struktur data agar kompatibel dengan arsitektur OJS yang lebih modern.

Tahap 6: Verifikasi dan Pengujian

Setelah upgrade selesai, lakukan pengujian menyeluruh:

  • Login editor, reviewer, dan author.
  • Akses artikel yang telah dipublikasikan.
  • Pemeriksaan issue dan archive.
  • Pengujian email notifikasi.
  • Pemeriksaan metadata artikel.
  • Pengujian DOI dan indexing.

Pastikan seluruh fitur berjalan normal sebelum sistem dipindahkan ke server produksi.

Perhatian terhadap Plugin dan Tema

Salah satu penyebab kegagalan upgrade adalah plugin lama yang tidak kompatibel.

Plugin OJS 2.x umumnya tidak dapat langsung digunakan pada OJS 3.x dan harus diganti dengan versi yang kompatibel. Hal yang sama juga berlaku untuk tema lama yang memerlukan penyesuaian atau pembangunan ulang pada OJS 3.5.

Kesimpulan

Upgrade dari OJS 2.x ke OJS 3.5 merupakan investasi penting untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan keberlanjutan pengelolaan jurnal ilmiah. Dengan persiapan yang tepat, backup yang lengkap, serta proses migrasi yang terstruktur, institusi dapat menikmati seluruh keunggulan OJS generasi terbaru tanpa kehilangan data yang sudah ada.

Bagi pengelola jurnal yang tidak memiliki sumber daya teknis internal, menggunakan layanan upgrade profesional dapat membantu mempercepat proses migrasi sekaligus meminimalkan risiko gangguan operasional.